Galerizen1

Wolfgang Widmoser Gelar Pameran Tunggal Bertajuk “Mirror Symphony”

Wolfgang Widmoser

Mengakhiri tahun 2020, Wolfgang Johannes Widmoser (66), menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk “Mirror Symphony”. Pameran tunggal kesekian kalinya ini digelar pada tanggal cantik (12/12) bertempat di Galeri Zen1, Pertokoan Tuban Plaza No.50, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung.

Perupa berdarah Jerman itu dalam pameran tunggalnya kali ini menyajikan karya-karya dengan bola cermin dan kolam pot teratai sebagai objeknya. Terdengar biasa. Namun, cobalah menikmati lukisannya dari sudut pandang tertentu, maka kesan biasa akan melebur menjadi kemegahan yang harmonis.

Wolfgang Widmoser, Galeri Zen1
Wolfgang Widmoser – IST

Wolf memilih tema “Mirror Symphony” karena ketertarikannya pada cermin. Menurutnya, sebuah cermin dapat merefleksikan realita di sekitarnya dengan lebih nyata. Tidak hanya merefleksikan tetapi juga ‘membungkus’ hal-hal di sekitar menjadi sebuah kesadaran yang penuh. Dalam bola cermin, segalanya terpantul 360 derajat, seperti sebuah pohon yang terlihat di dalam sebutir benih.

“Sejak setahun lalu saya sudah mengamati kolam teratai saya, dan saya berpikir, mengapa tidak saya letakkan saja bola cermin kecil saya di dalam kolam itu sebagai mata ketiga yang akan merefleksikan sekelilingnya? Seperti, layangan di langit dan pohon kamboja indah di kebun saya,” papar Perupa kelahiran Munich, Jerman itu.

Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya ada cermin lainnya dalam lukisan Wolf. Air dalam kolam adalah cermin yang memantulkan bola cermin dan bola cermin juga memantulkan air kolam juga objek-objek di sekelilingnya.

“Dalam hal inilah tema Mirror Symphony dipilih. Satu hal yang merefleksikan beragam aspek,” tambah Perupa yang pernah berguru langsung pada Maestro Seni Rupa Dunia, Salvador Dali dan Ernst Fuchs.

Wolf telah menggelar lebih dari 15 pameran solo di beberapa benoa di dunia, seperti Eropa, Australia, Amerika, hingga Asia. Kali ini, Wolf memercayakan Galeri Zen1 sebagai penyelenggara pameran tunggalnya di Bali. Arif Bagus Prasetyo, didaulat menjadi Kurator sekaligus Pengulas karya-karya Wolf dalam Pameran “Mirror Symphony”.

Berdasarkan hasil wawancara Arif bersama Wolf, ia mengaku seni lukisnya condong ke aliran Realisme Fantastis. Ketika masih berusia 20-an, Wolf memang belajar melukis pada Ernst Fuchs, seniman besar dunia yang mendirikan kelompok Realisme Fantastis Mazhab Wina (Vienna School of Fantastic Realism).

Sementara itu, Nicolaus F. Kuswanto, selaku Direktur Galeri Zen1 menyambut bahagia 16 karya Wolf yang ditata sedemikian rupa di dua petak lantai galeri bergaya warehouse itu.

“Untuk saya merupakan suatu kehormatan besar bisa berkolaborasi lagi dengan Wolfgang, yang mana terakhir kali saya berkolaborasi dengan dia adalah dua tahun lalu awal 2018,” ungkap Nico.

Lebih dari 50 pengunjung yang terbagi atas seniman, kolektor, dan penikmat seni ditargetkan hadir dalam pembukaan pameran yang dibuka pukul 18.00 WITA itu. Pameran pun masih akan berlangsung hingga tanggal 11 Januari 2021.

“Saya rasa saya sama optimisnya dengan Wolfgangnya sendiri dalam menyampaikan pesan-pesan melalui karyanya. Harapan saya saat pandemi seperti ini, at least perlu digarisbawahi dari kegiatan ini adalah, kita membiasakan diri dengan new normal ini. Dengan semua tatanan, dengan segala keterbatasan, protokol covid-19 yang tidak bisa kita langgar. Kita harus membiasakan ini sampai menuju era yang benar-benar normal,” tutup Nico mantap. (Z)

0 Comments

Your email address will not be published.