Mon-Fri (9am - 6pm), Sat (9am - 3pm)
Back to all Post

Galeri Zen1 Resmikan Galeri Cabang Kesiman sekaligus Pembukaan Art Exhibition Bertajuk “Bhuta Kala Plastik Poleng”

DenpasarViral.com, Denpasar – Setelah sebelumnya membuka Galeri pertama yang berlokasi di daerah Tuban, Kuta, kali ini Galeri Zen1 kembali membuka Galeri kedua yang terletak di daerah Kesiman Denpasar tepatnya berada di lt 3 Second Floor Coffee.

Diresmikan pada tanggal 15 Mei 2021 yang bertepatan juga dengan pembukaan pameran tunggal bertajuk “Bhuta Kala Plastik Poleng” karya seniman Made Bayak, acara ini juga tampak dihadiri oleh artis Andrew White dan Nana Mirdad.

Nicolaus Fransiskus Kuswanto mengungkapkan, “Menurutnya, karena Galeri Zen1 sudah ada di area Kuta maka akan sangat baik jika kita berada di area Sanur. Kita memilih Second Floor Coffee bukan semata-mata karena tempatnya, melainkan karena brandnya, dimana brand dari Second Floor Coffee ini cukup bersanding dengan Galeri Zen1 baik dari segi gedungnya sendiri sangat special dimana lantai 1 dan 2 merupakan coffee shop premium dan lantai 3 merupakan Galeri Zen1 sendiri,” ungkap Nico selaku Direktur Galeri Zen1.

Dalam pameran ini seniman Made Bayak menampilkan 26 karya Kontemporer 2 Dimensi yang dimana dengan menggunakan bahan baku sampah plastic.

Made Bayak mengatakan, “Pameran ini menampilkan sejumlah 26 karya yang dibuat pada tahun 2020 dan 2021, dimana 24 karya berada di Galeri Zen1 Kesiman / Second Floor Coffee Kesiman, dan 2 karya lagi berada di Second Floor Coffee Jalan Melati Denpasar.” Kata pria asal Tampaksiring, Gianyar ini.

Made Bayak merupakan seorang seniman yang memiliki ciri khas nya tersendiri yaitu Plastikologi.

Plastikologi adalah sebuah istilah dimana plastikologi terdiri dari dua kata yaitu Plastik dan Ekologi yang berarti Seni. Arti dari Plastikologi itu sendiri adalah merubah sebuah sampah plastic menjadi sebuah seni dalam artian sampah itu sendiri dirubah dan diimplementasikan ke dalam lukisan yang dimana lukisan tersebut adalah sebuah seni. Dengan adanya hal ini tentu ini merupakan sesuatu hal yang baru yang harus kita apresiasi.

Mengusung tema “Bhuta Kala Plastik Poleng” bukan semata-semata hanya sebuah judul tanpa arti, dimana dari judulnya saja sudah pasti memiliki arti yang cukup kuat dan menarik yaitu terdiri dari kata “Bhuta Kala” dan “Plastik Poleng”.

Made Bayak mengatakan, “Bhuta Kala bukan berarti selalu menjerumus ke hal negatif dimana kalau kita berbicara konsep dari Bhuta Kala itu sendiri ada dua sisi. Bhuta kala di satu sisi menurut kepercayaan orang bali memang mereka menghuni alamnya sendiri kemudian kita sebagai penghuni alam juga yaitu manusia harus bisa bersinergi bukan saling mengganggu, nah sinergi itu ada banyak hal baik dalam bentuk upakara di Bali khususnya tawur atau caru. Sama halnya saya memposisikan diri saya dengan plastik ini. Jadi plastik itu sangat berguna sekali tetapi di satu sisi dia juga ketika di buang sembarangan bisa mencemari lingkungan,” kata pria kelahiran 80’an ini.

Karakter lukisan dari Made Bayak memiliki berbagai macam tema terkait isu-isu sosial politik dan hak asasi manusia dan lebih spesifik ke isu lingkungan yaitu Plastikologi. Inti dari semua itu lebih dari pada pandangan kritis atau apa yang terjadi saat ini di Bali, Nasional maupun Global, yang kemudian disampaikan dalam bentuk media lukisan dengan berbagai tema baik secara umum ataupun mengkhusus. Setiap lukisan memang terdapat material limbah sesuai temanya dimana medianya sendiri sudah berbicara. Termuat dari berbagai macam jenis plastik sintetis dari berbagai jenis baik berupa bungkus makanan, barcode, dan jenis lainnya.

Limbah itu sendiri didapatkannya dari temuan sehari-hari dengan jenis tertentu dan ada juga dari jejak karbon sendiri saat berpergian, dimana plastik-plastik seperti bungkus makanan disimpan dan diolah sebagai bahan media yang digunakan dalam karya.

Ia juga menambahkan, “selain itu, Ini juga pertama kali saya pameran tunggal setelah sebelumnya beberapa kali tidak berpameran tunggal dan lebih sering pameran di luar Bali dan ini kali pertama saya pameran tunggal di Bali dan saya sangat mengapresiasi persiapan dari Galeri Zen1, cukup singkat prosesnya namun semua berjalan dengan baik dari proses kurasi dan lain-lain,” tambahnya.

Disela-sela acara pembukaan ini juga tampak hadir artis ibu kota Andrew White dan Nana Mirdad.

Andrew white mengungkapkan,”Saya sangat senang, karena saya selaku kolektor baru, kita ingin mencari koleksi baru dimana kan bingung juga, seperti di galeri ini yang berkolaborasi dengan Second Floor Coffe, ya lebih memberi jalur untuk masyarakat untuk melihat lihat artwork, apalagi melihat-lihat artwork yang Bali asli.

Acara ini dirancang langsung oleh Galeri Zen1 dengan di support oleh Second Floor Coffee sebagai ruang fisik dari rumah kedua Galeri Zen1.

Pameran ini akan berlangsung selama 3 minggu, mulai dari tanggal 15 mei hingga 13 juni 2021 mendatang dengan tujuan karena Galeri Zen1 memiliki space baru atau space tambahan selain sudah memiliki di Seminyak Village, dan kini memiliki satu tempat lagi untuk di apresiasi dan di support oleh seniman serta para pecinta seni.

“Dibukanya Galeri Zen1 Kesiman ini kita ingin menjangkau kolega-kolega atau art lovers lebih banyak lagi, dimana kita membangun galeri di titik strategis serta dengan link dari kedua belah pihak bisa membangun Galeri Zen1 Kesiman ini lebih cepat dikenal oleh para pecinta seni dan masyarakat luas. Tentunya juga memberikan ruang untuk para seniman agar bisa bersama-sama dalam berkolaborasi dan memperkenalkan karya milik sendiri tidak hanya pada kolektor atau pecinta seni melainkan juga bisa memperkenalkan karya tersebut kepada masyarakat luas yang berkunjung ke Second Floor dan Galeri Zen1 Kesiman sendiri.” Harapan Nico.

Untuk diketahui bersama Galeri Zen1 Kuta terletak di Ruko Tuban Plaza, Jalan By Pass Ngurah Rai No. 50, Tuban, Kuta, Bali dan Galeri Zen1 Kesiman di Jalan By Pass Ngurah Rai No.86, Kesiman, Denpasar, Bali. (PA/DV)

 

Artikel asli: https://denpasarviral.com/2021/05/16/galeri-zen1-resmikan-galeri-cabang-kesiman-sekaligus-pembukaan-art-exhibition-bertajuk-bhuta-kala-plastik-poleng/

Add Your Comment